Senin, 15 Juni 2015

Matematika IV Semester 1 || Operasi Hitung Campuran

Pertemuan ke-
SK
KD
Indikator
Alokasi waktu
2

Memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah

1.     Melakukan operasi hitung campuran

·     Melakukan operasi hitung campuran dan menentukan urutan operasi hitung dalam pengerjaan soal

2.     Melakukan penaksiran dan pembulatan

·     Menaksir hasil operasi hitung
·     Membulatkan hasil operasi hitung dalam puluhan ratusan terdekat

3.     Memecahkan masalah yang melibatkan uang
·      Menuliskan cara penulisan nilai rupiah


















   1.       Aturan Pengerjaan Operasi Hitung Campuran
a.    Operasi penjumlahan sama kuat (setingkat) dengan operasi pengurangan.
Jika hanya ada penjumlahan dan pengurangan, maka selesaikan perhitungan secara urut dari sebelah kiri ke kanan.
contoh :
768.098 – 567.098 + 876.098        = (768.098 – 567.098) + 876.098
                                                       = 201.000 + 876.098
                                                       = 1.077.098

54.500 + 2480 35.000     = (54.500 – 2480) + 35.000
= 56.980 + 35.000
= 91.980

b.    Operasi perkalian dan pembagian setingkat atau sama kuat.
Jika hanya ada perkalian dan pembagian, maka selesaikan perhitungan secara urut dari sebelah kiri ke kanan.
contoh :

1.      20 x 9 : 6          = (20 x 9) : 6
                               = 180 : 6
                               = 30 

2.      870 : 30 x 4      = (870 : 30) x 4
                               = 29 x 4

                               = 116

c.  Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat / lebih tinggi daripada penjumlahan dan pengurangan.
Untuk mengingatkan kita bisa menyebut PIPALANDA yaitu ping ( perkalian), para (pembagian), lan (penjumlahan), suda (pengurangan)

d.    Jika terdapat tanda kurung, pengerjaan dalam kurung harus diselesaikan lebih dahulu. 
Contoh :
1.        8 x (25 + 34) : 4           = 8 x (59) : 4
                                    = 472 : 4
                                    = 118

2.         (6 x 7) + (76 – 45) x 10          = 42 + 31 x 10
                                                = 42 + 310
                                                = 352


2. Penaksiran dan Pembulatan
a.    Membulatkan bilangan
1)   Membulatkan ke puluhan terdekat
Untuk membulatkan ke puluhan terdekat dilakukan dengan cara :
-       jika angka satuan kurang dari 5, maka dibulatkan ke bawah
-       jika angka satuan sama atau lebih dari 5, maka dibulatkan ke atas
contoh :
(1)     14 dibulatkan menjadi 10
(2)     46 dibulatkan menjadi 50
2)   Membulatkan ke ratusan terdekat
Untuk membulatkan ke ratusan terdekat dilakukan dengan cara :
-       jika angka puluhan kurang dari 50, maka dibulatkan ke bawah
-       jika angka puluhan sama atau lebih dari 50, maka dibulatkan ke atas

contoh:
(1)     346 dibulatkan menjadi 300
(2)     458 dibulatkan menjadi 500
3)   Membulatkan ke ribuan terdekat
Untuk membulatkan ke ribuan terdekat dilakukan dengan cara:
-       jika angka puluhan kurang dari 500, maka dibulatkan ke bawah
-       jika angka puluhan sama atau lebih dari 500, maka dibulatkan ke atas
contoh:
(1)     2.569 dibulatkan menjadi 3000
(2)     4.325 dibulatkan menjadi 4000

b.    Penaksiran hasil operasi hitung
Taksiran ada dua yaitu :
1)   Taksiran tinggi, yaitu dilakukan pembulatan ke puluhan, ratusan, atau ribuan di atasnya.
2)    Taksiran tinggi, yaitu dilakukan pembulatan ke puluhan, ratusan, atau ribuan terdekat.
contoh :
(1) 44 x 76    = ....     →        Taksiran rendah : 40 x 70 = 2.800
                                              Taksiran tinggi : 50 x 80   = 4.000
                                              Taksiran tebaik : 40 x 80   = 3.200

(2) 2.776 + 5.325 = ....    Taksiran rendah : 2.000 + 5.000 = 7.000
                                              Taksiran tinggi   : 3.000 + 6.000 = 9.000
                                              Taksiran tebaik   : 3.000 + 5.000 = 8.000

3.        Memecahkan masalah yang melibatkan uang
a.      Penulisan nilai uang
Uang adalah alat tukar dalam transaksi jual beli. Mata uang di Indonesia adalah rupiah.
Contoh cara penulisan mata uang rupiah sebagai berikut :

รจ dibaca dua puluh ribu rupiah (Rp. 20.000,00)

      b.      Menaksir jumlah harga

Saat menaksir jumlah harga sekumpulan barang, sebaiknya digunakan taksiran ke atas (taksiran tinggi). Hal ini untuk menjaga agar kita tidak kekurangan uang saat akan membayar.
Contoh penaksira harga sekumpulan uang :
Ifah disuruh ibunya membeli barang-barang sebagai berikut :
            Minyak goreng 1 liter Rp 10.900,00
            Gula pasir 1 kg            Rp 11.500,00
            Tepung terigu 1kg       Rp   7.100,00
            Teh                              Rp   4.600,00

Jumlah yang harus dibayar Prima kira-kira adalah  . . .  .
            Minyak goreng 1 liter Rp 11.000,00
            Gula pasir 1 kg            Rp 11.500,00
            Tepung terigu 1kg       Rp   7.500,00
            Teh                              Rp   5.000,00  +
                                                Rp 35.000,00
Taksiran di atas dilakukan ke ratusan terdekat, bisa juga dilakukan ke nilai yang lain.