|
Pertemuan ke-
|
SK
|
KD
|
Indikator
|
Alokasi waktu
|
|
2
|
Memahami dan
menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah
|
1. Melakukan operasi
hitung campuran
|
· Melakukan operasi
hitung campuran dan menentukan urutan operasi hitung dalam pengerjaan soal
|
|
|
2. Melakukan penaksiran
dan pembulatan
|
· Menaksir hasil operasi
hitung
· Membulatkan hasil
operasi hitung dalam puluhan ratusan terdekat
|
|
||
|
3.
Memecahkan
masalah yang melibatkan uang
|
·
Menuliskan cara
penulisan nilai rupiah
|
|
1.
Aturan Pengerjaan Operasi
Hitung Campuran
a. Operasi
penjumlahan sama kuat (setingkat) dengan operasi pengurangan.
Jika hanya ada penjumlahan dan pengurangan, maka
selesaikan perhitungan secara urut dari sebelah kiri
ke kanan.
contoh :
768.098 – 567.098 + 876.098 = (768.098 – 567.098) + 876.098
=
201.000 + 876.098
=
1.077.098
54.500 + 2480 – 35.000 = (54.500 – 2480) + 35.000
= 56.980 + 35.000
= 91.980
b.
Operasi perkalian dan pembagian setingkat
atau sama kuat.
Jika hanya ada perkalian dan pembagian,
maka selesaikan perhitungan secara urut dari sebelah kiri ke kanan.
contoh :
1.
20 x 9 : 6 = (20 x 9) : 6
= 180 : 6
= 30
2.
870 : 30 x 4 = (870 : 30) x 4
= 29 x 4
= 116
c. Operasi perkalian
dan pembagian lebih kuat / lebih tinggi daripada penjumlahan dan pengurangan.
Untuk mengingatkan kita bisa menyebut PIPALANDA yaitu ping ( perkalian), para (pembagian), lan (penjumlahan), suda (pengurangan).
d.
Jika terdapat tanda
kurung, pengerjaan dalam kurung harus diselesaikan lebih dahulu.
Contoh :
1.
8
x (25 + 34) : 4 = 8 x (59) : 4
= 472 : 4
= 118
2.
(6 x 7) + (76 – 45) x 10 = 42 + 31 x 10
=
42 + 310
=
352
2.
Penaksiran dan Pembulatan
a.
Membulatkan bilangan
1) Membulatkan ke puluhan terdekat
Untuk membulatkan ke puluhan
terdekat dilakukan dengan cara :
- jika angka satuan kurang dari 5, maka
dibulatkan ke bawah
- jika angka satuan sama atau lebih dari 5,
maka dibulatkan ke atas
contoh :
(1) 14 dibulatkan menjadi 10
(2) 46 dibulatkan menjadi 50
2) Membulatkan ke ratusan terdekat
Untuk membulatkan ke ratusan
terdekat dilakukan dengan cara :
- jika angka puluhan kurang dari 50, maka
dibulatkan ke bawah
- jika angka puluhan sama atau lebih dari
50, maka dibulatkan ke atas
contoh:
(1) 346 dibulatkan menjadi 300
(2) 458 dibulatkan menjadi 500
3) Membulatkan ke ribuan terdekat
Untuk membulatkan ke ribuan
terdekat dilakukan dengan cara:
- jika angka puluhan kurang dari 500, maka
dibulatkan ke bawah
- jika angka puluhan sama atau lebih dari
500, maka dibulatkan ke atas
contoh:
(1) 2.569 dibulatkan menjadi 3000
(2) 4.325 dibulatkan menjadi 4000
b.
Penaksiran hasil operasi hitung
Taksiran ada dua yaitu :
1) Taksiran tinggi, yaitu dilakukan
pembulatan ke puluhan, ratusan, atau ribuan di atasnya.
2) Taksiran
tinggi, yaitu dilakukan pembulatan ke puluhan, ratusan, atau ribuan terdekat.
contoh :
(1) 44 x 76 = .... → Taksiran rendah : 40 x 70 = 2.800
Taksiran tinggi : 50 x 80 = 4.000
Taksiran tebaik : 40 x 80 = 3.200
(2) 2.776 + 5.325 = .... → Taksiran rendah : 2.000 + 5.000 = 7.000
Taksiran
tinggi : 3.000 + 6.000 = 9.000
Taksiran
tebaik : 3.000 + 5.000 = 8.000
3.
Memecahkan
masalah yang melibatkan uang
a.
Penulisan nilai uang
Uang adalah alat tukar dalam transaksi jual beli. Mata uang di Indonesia adalah rupiah.
Contoh cara penulisan mata uang rupiah
sebagai berikut :
b.
Menaksir jumlah harga
Saat menaksir jumlah harga sekumpulan barang,
sebaiknya digunakan taksiran ke atas (taksiran tinggi). Hal ini untuk menjaga
agar kita tidak kekurangan uang saat akan membayar.
Contoh penaksira harga sekumpulan uang :
Ifah disuruh ibunya membeli barang-barang sebagai berikut :
Minyak
goreng 1 liter Rp 10.900,00
Gula pasir 1 kg Rp
11.500,00
Tepung terigu 1kg Rp 7.100,00
Teh Rp 4.600,00
Jumlah yang harus dibayar Prima kira-kira
adalah . . . .
Minyak
goreng 1 liter Rp 11.000,00
Gula pasir 1 kg Rp
11.500,00
Tepung terigu 1kg Rp 7.500,00
Teh Rp 5.000,00 +
Rp
35.000,00
Taksiran di atas dilakukan ke ratusan terdekat,
bisa juga dilakukan ke nilai yang lain.
